Model Transportasi (Solusi Optimal)

DIKETAHUI:

Tabel Transportasi sebagai berikut:

soal

DITANYAKAN:

Tentukan total biaya transportasi dengan penentuan pemecahan optimal (solusi optimal) menggunakan:

1. Metode Batu Loncatan (Stepping Stone Rule)

2. Metode MODI (Modified Distribution Method)

JAWAB:

1.  Metode Batu Loncatan (Stepping Stone Rule)

1

Sel – sel yang kosong

Jakarta–Bandung: 4-8+24–15=5

Jakarta–Sukabumi: 7–8+24–15+9–24=-7 (Masih negative)

Bekasi–Sukabumi: 16–15+9–24=-14 (Masih negative)-> Dipilih negative terbesar

Tanggerang–Cirebon: 16–9+15–24=-2 (Masih negative)

Terlihat Bekasi-Sukabumi masih bernilai negative maka dilakukan pergeseran sebagai berikut:

2

Sehingga tabel berubah menjadi:

3

Sel –sel yang kosong

Jakarta–Bandung: 4–8+24–16+24-9=19

Jakarta–Sukabumi: 7–8+24–16=7

Bekasi–Bandung: 15–9+24–16=14

Tanggerang-Cirebon: 16–24+16–24=-16 (Masih negative)

Terlihat Tangerang-Cirebon masih bernilai negative maka dilakukan pergeseran sebagai berikut:

4

Sehingga tabel berubah menjadi:

5

Sel –sel yang kosong

Jakarta–Sukabumi: 7–8+24–16=7

Jakarta–Bandung: 4–8+16–9=3

Bekasi–Bandung: 15-24+16–9=-2 (Masih negative)

Tangerang–Sukabumi: 24–16+24–16=16

Terlihat Bekasi-Bandung masih bernilai negative maka dilakukan pergeseran sebagai berikut:

6

Sehingga tabel berubah menjadi:

7

Sel – sel yang kosong

Jakarta–Sukabumi: 7–8+16–9+15-16=5

Jakarta–Bandung: 4–8+16–9=3

Bekasi–Cirebon: 24–16+9–15=2

Tangerang–Sukabumi: 24-16+15-9=14

Kesimpulan:

Karena dari hasil perhitungan tidak ditemukan nilai negative (penghematan biaya), maka proses eksekusi telah selesai. Alokasi produk dari pabrik ke daerah pemasaran menurut metode Sudut Barat Laut (North West Corner Rule) yang diuji dengan metode Batu Loncatan (Stepping Stone) dan biaya transportasinya adalah: (dalam ribuan rupiah)

8-14

 

2. Metode  MODI ( Modified Distribution Method)

9

Proses pengisian nilai indeks pada masing-masing baris dan kolom:

  1. Pengisian nilai indeks pertama kali dilakukan pada baris pertama dlm hal ini baris Jakarta dengan nilai 0
  2. Mengisi nilai indeks Bandung 4 à R1 + K2 = 0 + K2= 4
  3. Mengisi nilai indeks Tangerang 5 à R3 + K2 = R3 + 4 = 9
  4. Mengisi nilai indeks Cirebon 11 à R3 + K1 = 5 + K1 = 16
  5. Mengisi nilai indeks Bekasi dengan bantuan kolom Cirebon 13 à R2 + K1 = R2 + 11 = 24
  6. Mengisi nilai indeks Sukabumi dengan bantuan baris Bekasi 3 à R2 + K3 = 13 + K3 = 16

Sel- sel yang kosong

Jakarta–Cirebon: 8–0–11=-3 (Masih negative)

Jakarta–Sukabumi: 7–0–3=4

Bekasi–Bandung: 15–13–4=-2 (Masih negative)

Tangerang–Sukabumi: 24–5–3=16

Terlihat Jakarta–Cirebon masih bernilai negative terbesar maka dilakukan pergeseran sebagai berikut:

10

Sehingga tabel berubah menjadi:

11

Proses pengisian nilai indeks pada masing-masing baris dan kolom:

  1. Pengisian nilai indeks pertama kali dilakukan pada baris pertama dlm hal ini baris Jakarta dengan nilai 0
  2. Mengisi nilai indeks Cirebon 8 à R1 + K1 = 0 + K1= 8
  3. Mengisi nilai indeks Bekasi dengan bantuan kolom Cirebon 16 à R2 + K1 = R2 + 8 = 24
  4. Mengisi nilai indeks Sukabumi 0 à R2 + K3 = 16 + K3 = 16
  5. Mengisi nilai indeks Tangerang dengan bantuan kolom Cirebon 8 à R3 + K1 = R3 + 8 = 16
  6. Mengisi nilai indeks Bandung dengan bantuan baris Tangerang 1 à  R3 + K2 = 8 + K2 = 9

Sel – sel yang kosong

Jakarta–Bandung: 4–0–1=3

Jakarta–Sukabumi: 7–0–0=7

Bekasi–Bandung: 15–16–1=-2 (Masih negative)

Tangerang–Sukabumi: 24–8–0=16

Terlihat Jakarta–Cirebon masih bernilai negative maka dilakukan pergeseran sebagai berikut:

12

Sehingga tabel berubah menjadi:

13

Proses pengisian nilai indeks pada masing-masing baris dan kolom:

  1. Pengisian nilai indeks pertama kali dilakukan pada baris pertama dlm hal ini baris Jakarta dengan nilai 0
  2. Mengisi nilai indeks Cirebon 8 à R1 + K1 = 0 + K1= 8
  3. Mengisi nilai indeks Tangerang dengan bantuan kolom Cirebon 8 à R3 + K1 = R3 + 8 = 16
  4. Mengisi nilai indeks Bandung 1 à R3 + K2 = 8 + K2 = 9
  5. Mengisi nilai indeks Bekasi dengan bantuan kolom Bandung 14 à R2 + K2 = R2 + 1 = 15
  6. Mengisi nilai indeks Sukabumi 2 à R2 + K3 = 14 + K3 = 16

Sel – sel yang kosong

Jakarta–Bandung: 4–0–1=4

Jakarta-Sukabumi: 7–0–2=5

Bekasi–Cirebon: 24–14–8=2

Tangerang-Sukabumi: 24–8–2=14

Kesimpulan:

Karena dari hasil perhitungan tidak ditemukan nilai negative (penghematan biaya), maka proses eksekusi telah selesai. Alokasi produk dari pabrik ke daerah pemasaran menurut metode biaya terendah (least cost) yang diuji dengan metode MODI dan biaya transportasinya adalah: (dalam ribuan rupiah)

8-14

Advertisements

Model Transportasi

DIKETAHUI:

Tabel Transportasi sebagai berikut:

soal

DITANYAKAN:

Tentukan total biaya transportasi dengan penentuan pemecahan awal (solusi awal) menggunakan:

a. Metode Sudut Barat Laut (North West Corner Rule)

b. Metode Biaya Terendah (Least Cost Rule)

c. Metode Aproksimasi Vogel (Vogel Approximation Method – VAM)

JAWAB:

1

2

3